Dragon Media Project99

Musik, arransemen musik, Alat Musik, Lighting, Recording, perawatan alat musik, event, Traveling dan Outbound.

Musik dan alat Musik

Musikal arransemen, penyediaan alat musik, perawatan dan perbaikan alat musik, stem piano.

Audio, Video dan Recording

penyediaan, setup dan seting Audio system. penyediaan video visual, recording event, clip (audio dan video), dokumentasi (photo dan video)

Lighting dan Stage

Penyediaan lighting event, setup dan seting lighting. Penyediaan stage event, seting dan setup stage.

Tour, Traveling dan Outbound

Tour Traveling Destinasi dan event, Outbound Destinasi dan event.

Senin, 08 Juni 2015

Panggung konser musik


Sebuah pertunjukkan musik terbentuk oleh berbagai elemen pendukung, sehingga musisi dan audience saling berinteraksi melalui musik, musik yang dimainkan dan musik yang didengar dan penampilan yang ditonton.

Sejak tahun 1970-an, pertunjukkan musik sudah berkembang dengan berbagai konsep yang disajikan. Sekarang, pertunjukkan musik semakin kompleks dan melibatkan banyak pihak dengan tambahan banyak elemen.

Panggung musik, di-setting sedemikan rupa untuk membentuk sebuah atmosfer yang diinginkan dan dicapai melalui beberapa elemen, seperti lighting, backdrop, stage level, floor, instalasi, visual, dan berbagai macam lainnya.

Sehingga sebuah pertunjukkan musik pun semakin besar pengaruhnya untuk dinikmati. Membentuk dan membangun atmosfer yang sangat besar dan memperkuat daya tarik dan kualitas pertunjukkan.

Backdrop menjadi elemen klasik di panggung musik. Di mana saat ini backdrop banyak dikembangkan menjadi bentuk visual, gambar bergerak yang bisa menjadi perwujudan pesan lagu, atau bahkan singkronisasi dari musik yang dimainkan.

Beberapa pertunjukkan musik elektronik banyak menggunakan konsep audio-visual performance, di mana visual yang menjadi backdrop itu disingkronisasikan dengan tempo, beat, atau bahkan melodi.

Visual ikut bermain, sama halnya dengan musisi yang beraksi di atas panggung. Visual membantu membentuk suasana menjadi lebih terasa, penonton yang dimanjakan dengan sajian audio-visual ini tentu saja akan merasakan sebuah pengalaman berharga. Visual di panggung musik ini sudah menjadi salah satu elemen wajib bagi beberapa band, khususnya musik-musik elektronik.


Masjid Cheng Ho - Surabaya


Terletak di Jalan Gading Surabaya. Masjid ini memiliki arsitektur oriental dengan permainan dan sentuhan seni tingkat tinggi di sana sininya, dimana melambangkan akulturasi budaya Cina, Jawa dan Islam. Akulturasi tersebut dituangkan dalam warna campuran antara hijau, beralih ke kuning dan merah.

Bangunan ini merupakan arsitektur khas Cina dengan penggabungan dari "Joglo" Jawa. Hal ini pula menunjukkan adanya percampuran budaya Cina dan Jawayang telah terjalin sejak dahulu kala. Nama Masjid Cheng Ho diambil dari nama Laksamana Cheng Ho, yaitu seorang Laksamana dari Cina dan menjadi muslim selama masuk ke Majapahit.

Bentuk Masjid Cheng Ho terinpirasi dari Niu Jei, Masjid di Beijing, Cina, yang dibangun pada 996 M

Terkait dengan interior, terdapat banyak sentuhan interion Cina di setiap sudut Masjid. Sebagai contoh, Pagoda yang ada di gerbang masuk. Ada juga naga dan singa terbuat dari lilin dengan bertuliskan firman Allah dan dibuat dalam huruf Arab di puncak Pagoda. Di sisi kiri bangunan, ada Bedug selalu menjadi bagian dari sebuah Masjid besar.

Bangunan masjid memiliki delapan sisi dan setiap nomor memiliki artinya sendiri menurut kepercayaan Islam dan Cina. Nomor 11 melambangkan ukuran Ka'bah, dan nomor sembilan adalah menggambarkan 'Wali Songo' sebagai penyebar Islam di Pulau Jawa. Sementara angka delapan melambangkan bahwa pat kwa yang berarti keberuntungan atau mulia.

Watu Dodol

Kawasan Wisata Pantai Watu Dodol merupakan pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari wilayah Kabupaten Situbondo. Nama Watu Dodol sendiri merujuk kepada sebuah batu besar setinggi 6 meter yang berlokasi tepat di antara kedua ruas jalan raya

Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Meskipun dulu terlihat angker, tetapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau.

Pada masa Blambangan diperintah oleh Minak Jinggo, sempat terjadi peperangan antara pasukan Blambangan dengan Majapahit. Pasukan Blambangan mengalami kekalahan sehingga banyak yang melarikan diri menuju pantai di utara.

Seorang prajurit Blambangan membawa bekal berupa jadah (sejenis dodol, yaitu jenang ketan berbentuk lonjong seukuran telapak tangan). Saat beristirahat di tepi pantai, bekal yang ia bawa tertinggal. Dodol tersebut akhirnya berubah menjadi Watu Dodol