Dragon Media Project99

Musik, arransemen musik, Alat Musik, Lighting, Recording, perawatan alat musik, event, Traveling dan Outbound.

Musik dan alat Musik

Musikal arransemen, penyediaan alat musik, perawatan dan perbaikan alat musik, stem piano.

Audio, Video dan Recording

penyediaan, setup dan seting Audio system. penyediaan video visual, recording event, clip (audio dan video), dokumentasi (photo dan video)

Lighting dan Stage

Penyediaan lighting event, setup dan seting lighting. Penyediaan stage event, seting dan setup stage.

Tour, Traveling dan Outbound

Tour Traveling Destinasi dan event, Outbound Destinasi dan event.

Tampilkan postingan dengan label Domestik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Domestik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2015

Wisata Kuliner Surabaya

Bagi Para wisatawan yg sedang berkunjung ke kota Pahlawan - Surabaya jangan lupa untuk mampir ke beberapa wisata kuliner khas dan yang top markotop di surabaya...
berikut ini beberapa wisata kuliner yg wajib di kunjungi...slamat menikmati..

Sate kelopo ondomohen - Surabaya

Pernah menyantap sate yang dibaluri parutan kelapa saat dibakar? Jika belum, inilah saatnya Anda mencoba. Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih yang terletak di Jalan Walikota Mustajab 36 merupakan salah satu tempat wisata kuliner populer di Surabaya.

Sate bisa dibuat dari daging ayam, sapi, jeroan, udang dan sumsum. Sate disajikan dengan saus kacang, irisan bawang, cabe dan sepiring nasi atau lontong yang ditaburi serundeng atau abon kelapa parut.


Soto lamongan Cak Har - Surabaya

Meskipun bukan merupakan kuliner khas Surabaya, namun Soto Lamongan Cak Har ini banyak diminati oleh warga asli Surabaya maupun wisatawan. Berbeda dengan soto Lamongan pada umumnya, di sini kuah soto menggunakan santan sehingga lebih kental dan gurih. Selain itu, taburan koya pun menambah nikmat santap kuliner Anda.

Tempat wisata kuliner yang terletak di Jalan Ir. H. Soekarno ini menyajikan soto dengan banyak pilihan mulai dari jeroan, daging ayam, brutu, kulit sampai ceker ayam. Menariknya, pengunjung banyak yang meminta balungan atau tulang ayam. Apa istimewanya tulang ayam ini? Pelanggan di sini senang menyesap tulang yang sudah lunak ini. Balungan ini diberikan secara gratis selama persediaan masih ada

Lontong Balap Garuda - Pak Gendut

 lontong balap juga menjadi kuliner khas Kota Pahlawan yang tak boleh Anda lewatkan. Salah satu tempat populer yang menjualnya adalah Lontong Balap Garuda Pak Gendut yang terletak di Jalan Prof. Dr. Moestopo (sebelumnya di Jalan Kranggan).

Tempat wisata kuliner yang telah dirintis sejak tahun 1956 ini sekarang dikelola oleh generasi ketiga, namun rasanya tak berubah sejak pertama kali disajikan. Perpaduan antara lontong, tauge, lento, kuah dan bumbu petisnya sangat pas dan menghasilkan cita rasa yang luar biasa lezat. Anda juga bisa memesan sate kerang dan es kelapa muda sebagai teman bersantap.















Kamis, 03 September 2015

PUSAT SEPATU WEDORO


 WEDORO - Waru

Wedoro adalah sebuah desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo, di daerah perbatasan Surabaya. Desa ini telah berkembang menjadi pusat Industri kerajinan Sandal dan Sepatu sejak Kemerdekaan Indonesia.

Desa ini berhasil meningkatkan komoditas ekonomi dalam bidang industri rumah tangga dengan membuat sepatu dan sandal atau bahkan tas.

Wedoro terkenal dengan industry sepatunya, dan ada banyak pembeli setia yang selalu datang dan membeli di sini. Jumlah outlet telah mencapai lebih dari 210 toko. Sementara, jumlah perajin dari yang dicatat oleh Asosiasi Pengusaha Sepatu dan Sandal adalah sekitar 600. Kemampuan produksi pengrajin di Wedoro sekitar 100 grosir / minggu / perajin. Di Waru, Kabupaten Sidoarjo, ada 17 desa, 9 diantaranya menjadi pusat industri sandal dan sepatu, yaitu Wedoro, Kepuh Kiriman, Brebek, Wadung Asri, Tambak Rejo, Ngingas, Tropodo, dan Janti.


Rabu, 26 Agustus 2015

Wisata Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo



Dibalik bencana yang menimpa warga Porong Sidoarjo ada berkah yang tersimpan dengan banyaknya orang datang yang hanya untuk melihat peristiwa Semburan Lumpur Panas ini. Beberapa warga Porong menyediakan tangga yang dibuat dari kayu bertujuan untuk mempermudah warga dari daerah lain untuk melihat Lumpur Panas yang terus menyembur kepermukaan. Wisatawan hanya dimintai dana seiklasnya dan biaya parkir. Mungkin anda yang belum pernah melihat Semburan Lumpur Panas ini tidak ada salahnya mencoba datang dan melihat secara langsung Semburan Lumpur Panas yang sudah menyembur bertahun-tahun ini dan menenggelamkan beberapa kecamatan yang ada di Kab. Sidoarjo - Jawa Timur.

Semburan Lumpur Panas di Kab. Sidoarjo - Jawa Timur.
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggan 29 Mei 2006. Semburan Lumpur Panas selama beberapa Tahun ini menyebabkan tergenangnya kawasan pemukiman warga, perindustrian bahkan pertanian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas ekonomi di Jawa Timur. Pasalnya dampak semburan lumpur meluber hingga kejalan raya dan memutus jalan tol yang merupakan jalan utama yang sering dilalui oleh kendaraan-kendaraan yang mau ke arah selatan ataupun sebaliknya.

PT. Minarak Lapindo selaku perusahaan yang melakukan pengeboran disekitar lokasi semburan lumpur lapindo di gadang-gadang salah satu penyebabnya. Akibat yang di timbulkan oleh Lumpur Panas ini adalah beberapa sektor baik kantor pemerintahan, beberapa perusahaan dan ribuan warga yang harus rela kehilangan tempat tinggal mereka yang sudah di tempati beberapa tahun bahkan puluhan tahun.

Ranu Kumbolo, lumajang

Ranu Kumbolo


Danau di Indonesia
Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektare. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Provinsi: Jawa Timur

Senin, 08 Juni 2015

Masjid Cheng Ho - Surabaya


Terletak di Jalan Gading Surabaya. Masjid ini memiliki arsitektur oriental dengan permainan dan sentuhan seni tingkat tinggi di sana sininya, dimana melambangkan akulturasi budaya Cina, Jawa dan Islam. Akulturasi tersebut dituangkan dalam warna campuran antara hijau, beralih ke kuning dan merah.

Bangunan ini merupakan arsitektur khas Cina dengan penggabungan dari "Joglo" Jawa. Hal ini pula menunjukkan adanya percampuran budaya Cina dan Jawayang telah terjalin sejak dahulu kala. Nama Masjid Cheng Ho diambil dari nama Laksamana Cheng Ho, yaitu seorang Laksamana dari Cina dan menjadi muslim selama masuk ke Majapahit.

Bentuk Masjid Cheng Ho terinpirasi dari Niu Jei, Masjid di Beijing, Cina, yang dibangun pada 996 M

Terkait dengan interior, terdapat banyak sentuhan interion Cina di setiap sudut Masjid. Sebagai contoh, Pagoda yang ada di gerbang masuk. Ada juga naga dan singa terbuat dari lilin dengan bertuliskan firman Allah dan dibuat dalam huruf Arab di puncak Pagoda. Di sisi kiri bangunan, ada Bedug selalu menjadi bagian dari sebuah Masjid besar.

Bangunan masjid memiliki delapan sisi dan setiap nomor memiliki artinya sendiri menurut kepercayaan Islam dan Cina. Nomor 11 melambangkan ukuran Ka'bah, dan nomor sembilan adalah menggambarkan 'Wali Songo' sebagai penyebar Islam di Pulau Jawa. Sementara angka delapan melambangkan bahwa pat kwa yang berarti keberuntungan atau mulia.

Watu Dodol

Kawasan Wisata Pantai Watu Dodol merupakan pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari wilayah Kabupaten Situbondo. Nama Watu Dodol sendiri merujuk kepada sebuah batu besar setinggi 6 meter yang berlokasi tepat di antara kedua ruas jalan raya

Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Meskipun dulu terlihat angker, tetapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau.

Pada masa Blambangan diperintah oleh Minak Jinggo, sempat terjadi peperangan antara pasukan Blambangan dengan Majapahit. Pasukan Blambangan mengalami kekalahan sehingga banyak yang melarikan diri menuju pantai di utara.

Seorang prajurit Blambangan membawa bekal berupa jadah (sejenis dodol, yaitu jenang ketan berbentuk lonjong seukuran telapak tangan). Saat beristirahat di tepi pantai, bekal yang ia bawa tertinggal. Dodol tersebut akhirnya berubah menjadi Watu Dodol

Minggu, 24 Mei 2015

Dian Istana Club House

Dian Istana Club House terletak di Surabaya barat. Lokasinya bersebelahan dengan Perumahan Graha
Lokasinya asri, teduh, dilengkapi dengan Hippo Kids Club, Restaurant, dan Kolam Renang.
Family. Untuk menuju lokasi outbound Dian Istana melewati Jl. HR Muhammad, lalu masu ke selatan melewati KADIN Jawa Timur hingga ada petunjuk jalan menuju Dian Istana.

Rolak Outbound Kids Surabaya (Roks)

Rolak Outbound Kids Surabaya (Roks) adalah area permainan alam terbuka yang berada tepat di pinggir Kali Surabaya. Hadir sebagai alternatif tempat bermain anak-anak yang menggabungkan aktivitas dan wahan yang edukatif dan fun serta dikemas dalam rangkaian tantangan dengan dipandu oleh fasilitator yang berpengalaman.

Lokasi ROKS saat ini, dulunya adalah sebidang lahan milik PT. Jasa Tirta Surabaya yang hanya ditumbuhi pepohonan rindang dan belukar, atas inisiatif dari Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini, maka lokasi ini disulap menjadi suatu arena yang memberikan pembelajaran positif bagi anak - anak Surabaya.

Tersedia berbagai wahana ketangkasan yang bermanfaat untuk membangun keterampilan dan kemandirian anak - anak melalui lintasan sulit namun menyenangkan, berikut beberapa wahana yang ada

- Flying Fox (berbayar)
- Air Soft Gun (berbayar)
- Labirint (gratis)
- Lompat batu (gratis)
- Bandulan/ayunan (gratis)
- Panjat dinding mini (gratis)
Selain wahana diatas, di ROKS juga berdiri Kelompok Bermain Alam (KBA) yang tujuannya menumbuhkan rasa cinta alam kepada anak - anak sejak usia dini, KBA ini setara dengan Playgroup dan Taman Kanak - Kanak (TK) selain itu disana juga ada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang menyediakan aneka buku bacaan yang mendidik dan menghibur anak - anak yang berkunjung ke ROKS

Lokasi : Jl Raya Karah No 4 Surabaya

Jumat, 22 Mei 2015

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam,  adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Monumen ini berada di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, di mana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Jika ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka akan ditemani oleh seorang pemandu lokal yang terdapat di sana

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Kamis, 21 Mei 2015

Patung Joko Dolog - Surabaya


Patung Joko Dolog, terletak di taman Apsari, Surabaya. Menurut legenda, patung ini dibuat pada 1211 Saka atau 1289 M di makam Wurarare [Lemahtulia], yang merupakan rumah Mpu Bharadah di desa Kedungwulan, dekat kota Nganjuk, Jawa Timur.

Patung ini dibuat untuk menghormati Putra Kertanegara, yaitu Wisnu Wardhana sebagai raja Singosari pada saat itu. Dia terkenal karena kebijaksanaannya, pengetahuan luas di bidang hukum dan ketaatan kepada agama Buddha dan cita-cita yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.

Menurut Bupati Surabaya, Patung Joko Dolog ditemukan di kandang gajah. Pada 1827 pada era pemerintah Hindia Belanda, yang berada di bawah Residen De Salls, memindahkan patung itu ke Surabaya dan ditempatkan di taman Apsari. Patung ini sering dikunjungi oleh beberapa orang yang ingin menghormati nilai sejarah yang ada.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Ciputra Waterpark - Surabaya


 Ciputra Water Park Surabaya adalah atraksi taman air terbesar di Indonesia, dibangun di atas lahan 5 hektar terletak di Surabaya Barat, tepatnya di Lakarsantri. Memiliki berbagai fasilitas, salah satunya adalah program outbound untuk level PG, TK, SD, SMP, SMA, hingga outbound Karyawan.
Berbagai games kreatif, unik, penuh dengan tantangan, entertaining, serta senantiasa mengedepankan unsur edukatif dipandu oleh team trainer yang berpengalaman. Jenis games masing-masing level tidak sama dalam pelaksanaannya, yang artinya menyesuaikan usia peserta outbound.
Terdapat 3 tipe games, yaitu games darat dan air, games darat, atau games air saja. Salah satu games air yang cukup menguji nyali level karyawan adalah "melawan ombak", dimana dalam satu team mendorong beberapa pelampung menuju tengah kolam ombak, sedangkan di atas pelampung berdiri satu orang dan dipertahankan untuk tidak jatuh meskipun terhempas ombak berkali-kali.
Ciputra Waterpark mempunyai tema menyerupai dongeng Petualangan Sinbad sehingga anak-anak pasti menyukainya. Kedalaman air di Ciputra Waterpark tidak dalam karena Ciputra Waterpark dibuat untuk bermain air, bukan berenang, kolam yang paling dalam hanya sekitar 1 meter saja sehingga bila anda tidak bisa berenang tidak perlu kuatir tenggelam.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Jembatan Suramadu


Jembatan Suramadu adalah jembatan di atas perairan selat Madura. Sesuai dengan namanya, Jembatan Suramadu menghubungkan Surabaya dan Madura. Dengan panjang hampir mencapai 5,500 meter.
 Jembatan Suramadu adalah jembatang yang terpanjang di Indonesia. Dibangung dengan tujuan awal mempercepat pembangunan Madura, sekarang ini Jembatan Suramadu telah menjadi ikon sekaligus tempat wisata di Surabaya yang sangat terkenal.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Selasa, 19 Mei 2015

Air Terjun Putuk Truno

Air Terjun Putuk Truno memiliki ketinggian air sekitar 45 m dan berada kaki Gunung Welirang dan Arjuno.  Air Terjun berada kawasan wisata Tretes dan berjarak hanya sekitar 400 m dari Air Terjun Kakek Bodo.
Konon, nama air terjun ini diambil dari mitos seseorang yang bernama Joko Truno, seseorang yang bertapa disekitar lokasi air terjun hingga menjelma menjadi ular (Putuk).
Lokasi
Terletak di Jalan Putuk Truno, Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS: 7° 41' 27.86" S  112° 37' 58.66" E

Aksesbilitas
Berjarak sekitar 55 km ke arah selatan kota Surabaya.
Dari pintu masuk utama yang berada di jalan Putuk Truno Pringgen, sekitar 500 m dari jalan raya Pandaan - Tretes.  Kondisi jalan ini menanjak hingga menuju pos masuk. selanjutnya dari pos masuk ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni jalan setapak kurang lebih 300 m hingga mencapai lokasi air terjun.  Jalan setapak ini sudah dibeton dan dibuatkan undak-undak hingga memudahkan pengunjung datang.  Di beberapa tempat, terlihat papan peringatan untuk berhati-hati karena daerah tersebut rawan longsor.  Di sisi sebelah kanan adalah tebing, sementara di samping kiri adalah sungai yang tertutupi oleh rimbunnya pepohonan.  Di atas tebing sebelah kiri terlihat vihara yang persis dibangun di pinggir tebing.

Fasilitas dan Akomodasi
Di sekitar Air terjun Putuk Truno, disediakan tempat duduk.  Juga ada tangga yang diberi pegangan untuk turun ke dasar air terjun.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Senin, 18 Mei 2015

Masjid Ampel - Surabaya Jawa Timur

Di usianya yang masih belia 20 tahun, nama Raden Achmad Rachmatulloh adalah seorang figur yang alim, bijak, berwibawa dan banyak mendapat simpati dari masyarakat.

Sebagai seorang yang pandai dengan ilmu-limu agama, dia dipercaya Raja Majapahit untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam di Surabaya (dulu namanya Ampel Dento).

Dia pun memimpin sebuah dakwah di Surabaya, namun karena terkendala tempat, Raden berinisiatif bersama masyarakat sekitar membangun sebuah masjid pada tahun 1421 M, untuk media dakwahnya.

Ditempat tersebutlah, Raden Achmad yang kini dikenal sebagai Sunan Ampel menghabiskan masa hidupanya di masjid itu. Hingga akhirnya pada tahun 1481 meninggal dunia, dan makamnya pun terletak disebelah kanan depan masjid Ampel.

Masjid yang dikenal sebagai masjid terbesar nomor dua di Surabaya ini, kini tidak henti-hentinya diramaikan para penjiarah yang ingin melihat langsung makam Sunan Ampel dari dekat.

Bahkan setiap menjelang dan selama bulan ramadhan makam dan masjid Sunan Ampel di Surabaya selalu dipadati pengunjung. Di tempat ini konon, kabarnya menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan Wali Allah dari berbagai daerah di tanah Jawa.

Ditempat ini pula, para ulama membicarakan ajaran Islam sesuai petunjuk Allah. Sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.

Masjid Sunan Ampel yang dibangun dengan gaya arsitektur jawa kuno dan nuansa arab islami yang sangat lekat ini, terasa kental bagi masyarakat setempat.

Kemudian oleh warga Ampel Masjid dan makam Sunan Ampel dibangun sedemikian rupa agar orang yang ingin melakukan sholat di masjid dan berziarah dapat merasa nyaman dan tenang. Hal ini tampak jelas dengan dibangunnya lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam.

Dari arah selatan tepatnya di jalan Sasak terdapat Gapuro bernama Gapuro Munggah, dimana pejiarah akan menikmati suasana perkampungan yang mirip dengan pasar Seng di Masjidil Haram Makkah, yang menggambarkan seorang muslim wajib naik haji jika mampu.

Setelah melewati lorong perkampungan yang menjadi kawasan pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan, mulai busana muslim, parfum, kurma dan berbagai assesoris orang yang sudah pernah melakukan ibadah haji lengkap tersedia di pasar Gubah Ampel Suci.

Kemudian pejiarah dapat melihat sebuah Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di selatan Masjid Sunan Ampel. Kawasan Gapuro Poso ini memberikan suasana pada bulan puasa Ramadhan, yang artinya seorang muslim wajib berpuasa.

Selesai melewati Gapura, pejiarah akan memasuki halaman Masjid, disana akan tampak bangunan Masjid Induk yang megah dengan menaranya yang menjulang tinggi yang dibangun oleh Sunan Ampel, dan sampai sekarang masih tetap utuh baik menara maupun tiang penyangganya.

Banyak para pejiarah menghabiskan waktunya untuk salat, berzikir, tadarus dan bahkan tidak sedikit pejiarah yang berdoa di samping makam Sunan Ampel.

Setelah selesai, perjalanan dapat dilanjutkan, dan pejiarah akan menjumpai Gapuro Ngamal, yang artinya bershodaqoh. Shodaqoh itupun digunakan untuk pelestarian dan kebersihan kawasan Masjid dan Makam. Itupun menggambarkan Rukun Islam tentang wajib zakat.

Gapura lainnya yang letaknya tidak jauh dari tempat tersebut yakni Gapuro Madep, persis di sebelah barat Masjid Induk, dan disana para pejiarah akan menjumpai makam Mbah Shanhaji, sebagai simbol arah kiblat Masjid Agung Sunan Ampel, yang menggambarkan sholat menghadap kiblat.

Terakhir, para pejiarah akan melihat Gapuro Paneksen untuk masuk ke makam. Ini menggambarkan sebagai syahadat "Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah".

Hal lain yang dapat menjadi daya tarik pejiarah adalah, dilokasi tersebut terdapat sumur yang dulu dibuat oleh Sunan Ampel dan pengikutnya.

Masyarakat sekitar meyakini, dengan meminum air sumur yang berada di belakang masjid akan membawa berkah tersendiri.

Selain sumur, bentuk peninggalan unik bernilai religi dan berarsitektur Islami lainnya adalah masjid yang masih berdiri kokoh.

Menurut sejarah, dalam masa penjajah, masjid yang berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jatim ini punya 'karomah' tersendiri.

Bahkan, saat kolonial membombardir Surabaya dengan peluru dari berbagai arah, dan menimbulkan kerusakan di sana-sini. Masjid Ampel tidak terusik atau mengalami kerusakan sedikitpun.

"Kata orang tua-tua dulu tempat ini berkaromah. Selalu dilindungi Allah," ujar Ibrahim warga keturunan Arab yang mengatakan lima generasi diatasnya lahir dan berdagang di kawasan Ampel, Surabaya.

Hingga kini, kawasan Masjid Ampel semakin terkenal. Tidak hanya dari dalam kota, pengunjung terus berdatangan dari berbagai penjuru tanah air dan manca negara, karena tidak ingin menyia-nyiakan tempat bersejarah itu.

Guna melindungi dan melestarikan budaya dan sejarah bangsa, pemerintah Provinisi Jawa Timur menjadikannya masjid tersebut sebagau cagar budaya dan kawasan wisata religi, terus melalukan pemugaran.

Tidak ketinggalan, di lokasi ini banyak ditemukan pedagang kaki lima yang menjual berbagai aksesoris keperluan salat, pernak-pernik, berbagai makanan khas Ampel 'Kue Ebi', hingga ditemukan makanan Arab atau yang disebut 'gulai Arab'

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Pantai Papuma Jember

Pantai Papuma, satu lagi pantai yang populer dan tak kalah indahnya di kawasan Jember. Tepat

Di sepanjang pantai Papuma terdapat pasir putih yang bersih dan indah, dan memungkinkan para wisatawan asing yang datang untuk berjemur di pantai tersebut. Disamping keindahan alamnya, pantai ini juga kaya akan fauna seperti Biawak, Ayam Alas, burung-burung dengan ragam jenisnya, Babi Hutan, Rusa, Landak dan Trenggiling.

Di pantai ini disediakan beberapa sarana pendukung bagi mereka yang ingin menikmati suasan Papuma lebih lama, seperti penginapan dan bumi perkemahan. Saat matahari terbenam, suasana di pantai Papuma akan semakin indah untuk dinikmati. Senja yang temaram dan desir laut yang semakin bergemuruh menimbulkan suasan drmatis yang enggan untuk ditinggalkan.

berada di pesisir selatan Jawa Timur, atau lebih tepatnya terletak di desa Lojejer, kecamatan Wuluhan, 45 Km arah selatan kota Jember, pantai Papuma menawarkan nuansa yang sangat indah untuk dikunjungi.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Jumat, 15 Mei 2015

Taman Bungkul Surabaya

Taman Bungkul adalah taman wisata kota yang terletak di Jalan Raya Darmo, di pusat kota Surabaya.

Awal mula nama taman bungkul memang tidak lepas dari nama seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya, beliau adalah Ki Ageng Supo yang kemudian mendapat gelar Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul yang makamnya terdapat di belakang taman ini dan sekaligus menjadi tempat bagi para peziarah.

Sejak diresmikan pada 21 Maret 2007, Taman Bungkul memang semakin menarik dan mempesona. Salah satunya dikarenakan sarana yang melengkapinya bisa dibilang tergolong komplet, seperti skateboard track dan BMX track, jogging track, plaza (panggung untuk live performance berbagai jenis entertainment), zona akses Wi-Fi gratis, telepon umum, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak hingga pujasera pun ada.
Penghargaan

Taman Bungkul meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013


Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya

Keberadaan hutan mangrove di Indonesia saat ini cukup sedikit. Berdasarkan data dari Kementerian
Kehutanan, luas hutan mangrove di Indonesia diperkirakan sekitar 9 juta hektar di tahun 2000. Namun angka ini terus berkurang drastis hingga tahun 2005, dimana sekitar 65% hutan mangrove sudah rusak atau hilang setelah diubah menjadi peternakan udang, perkebunan kelapa sawit, wilayah pertanian dan pengembangan tempat tinggal bagi manusia. Hutan mangrove Indonesia diperkirakan tinggal tersisa sekitar 3,6 juta hektar saja saat ini.

Hutan mangrove tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya ada di kota Surabaya, yang dikenal dengan nama Ekowisata Mangrove Wonorejo. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Surabaya sebab kota Pahlawan ini mampu menyimpan potensi wisata penyelamat lingkungan. Ekowisata mangrove di Surabaya ini terdapat di Jalan Raya Wonorejo Nomor 1 Rungkut, Surabaya.

ekowisata-mangrove-wonorejoKawasan wisata ini dikembangkan sedemikian rupa untuk memanfaatkan waduk sehingga bisa mengendalikan banjir. Keberadaan hutan mangrove ini pun menjadi habitat bagi berbagai jenis burung termasuk burung migran dan burung yang dilindungi seperti Bubut Jawa, Raja Udang, Kuntul, dan lain sebagainya. Pengunjung juga dimanjakan dengan keindahan pemandangan pantai serta eksotisnya flora dan fauna di kawasan itu. Panorama tersebut dapat dilihat secara langsung di joglo yang berada di tengah pantai.

Untuk menikmati pemadangan ekowisata mangrove Wonorejo lebih dekat, pengunjung bisa menaiki perahu yang telah disediakan. Perjalanan dari dermaga keberangkatan ke dermaga mangrove memakan waktu sekitar 15-20 menit. Perahu tersebut berkapasitas 30 orang dengan seorang petugas yang akan menjelaskan seputar kawasan ekowisata mangrove ini.
mangrove-wonorejoMenelusuri kawasan mangrove ini akan terasa nyaman karena tersedia jogging

track yang terbuat dari anyaman bambu. Jogging track tersebut dinaungi pohon mangrove di sisi kanan dan kiri sehingga terasa sejuk. Kawasan ekowisata mangrove Wonorejo ini juga sering dijadikan area bagi para pecinta lingkungan untuk menanam pohon bakau.

Selain itu, Ekowisata Mangrove Wonorejo juga banyak dijadikan referensi wisata baik dari dalam maupun luar negeri. Bahkan kawasan ini pernah menjadi percontohan dalam proyek Mangrove Ecosystem Conservation and Sustainable Use (MECS) yang merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Kehutanan RI dengan Japan International Agency (JICA).
 

Untuk menuju lokasi ekowisata ini, Anda bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Lokasinya yang berada di jalan raya sangat mudah dijangkau.

Selain Ekowisata Mangrove Wonorejo, tempat  bertema penghijauan lingkungan lainnya yang bisa Anda kunjungi di Surabaya adalah Kebun Bibit Wonorejo, Mangrove Gunung Anyar dan Kampung Wisata Genteng.

Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku

Raja Ampat (Indonesia)

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Asal-usul dan sejarah
Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat sekumpulan manusia. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya lima kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.
 

Masyarakat
Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.
 

Kekayaan sumber daya alam 
Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.
Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Peninggalan prasejarah dan sejarah

Di kawasan gugusan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia.
Sisa pesawat karam peninggalan Perang Dunia II bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman, seperti di Pulau Wai.

Akses
Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado selama kurang lebih 6 jam penerbangan. Dari Sorong, kota yang cukup besar dengan fasilitas lumayan lengkap. Untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort Raja Ampat Dive Lodge. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

Ancaman terhadap kepulauan ini
Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja Ampat telah membuat dirinya memiliki tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan. Kerusakan terumbu karang umumnya adalah karena aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan akar sejenis pohon untuk meracun ikan).
Usaha-usaha konservasi

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, usaha-usaha konservasi sangat diperlukan di daerah ini. Ada dua lembaga internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.

Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi. Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.


Terima kasih telah membaca artikel kami, dan nantikan artikel kami berikutnya.
Indah Negeriku